Hubungi Kami

+6231 58289903

Buat janji temu

Kupang Indah VIII No. 49 Surabaya

Buat janji temu

JB Tower, Lt.10 , Jakarta

SBU Bukan Formalitas, Ini Alasan Banyak Perusahaan Ditolak Kerja Sama

Sumber: oss-rba.com

Banyak perusahaan merasa sudah siap menjalin kerja sama besar karena bisnis berjalan stabil dan klien terus bertambah. Namun, ketika peluang kerja sama dengan perusahaan besar datang, proses tersebut sering berhenti mendadak. Bukan karena kualitas layanan buruk, melainkan karena satu hal krusial yang sering diremehkan: Sertifikat Badan Usaha (SBU).

Pada praktiknya, perusahaan besar tidak hanya melihat produk atau harga. Mereka juga menilai kelayakan mitra dari sisi legal dan kompetensi. Di sinilah peran SBU menjadi penentu. Tanpa SBU yang sesuai, perusahaan langsung kehilangan peluang, bahkan sebelum diskusi bisnis dimulai.

Mengapa SBU Selalu Diminta dalam Kerja Sama Profesional

Setiap kerja sama profesional mengandung risiko. Oleh karena itu, perusahaan besar ingin memastikan mitranya benar-benar kompeten dan sah secara hukum. SBU berfungsi sebagai bukti bahwa perusahaan telah melalui proses verifikasi resmi terkait bidang usaha, kemampuan, dan klasifikasi pekerjaan.

Selain itu, SBU membantu perusahaan besar meminimalkan risiko kegagalan proyek. Dengan memilih mitra bersertifikat, mereka dapat memastikan pekerjaan berjalan sesuai standar. Karena alasan tersebut, banyak perusahaan langsung mencoret calon mitra yang tidak memiliki SBU, tanpa mempertimbangkan faktor lain.

Akibatnya, perusahaan tanpa SBU sering merasa “tidak diberi kesempatan”, padahal proses seleksi memang sudah berhenti sejak tahap administrasi.

Kesalahan Umum Perusahaan Saat Mengurus SBU

Meskipun penting, banyak perusahaan masih salah memahami SBU. Sebagian menganggap SBU hanya pelengkap dokumen, sehingga mereka mengurusnya tanpa strategi yang jelas. Akibatnya, klasifikasi SBU tidak sesuai dengan kegiatan usaha yang sebenarnya.

Selain itu, ada perusahaan yang membiarkan SBU kedaluwarsa karena merasa belum membutuhkannya. Padahal, saat peluang kerja sama muncul, waktu tidak pernah menunggu. Proses pembaruan SBU membutuhkan tahapan, dan penundaan sering membuat peluang tersebut hilang begitu saja.

Lebih jauh lagi, ketidaksesuaian data perusahaan dengan SBU juga sering menjadi alasan penolakan. Ketika dokumen tidak sinkron, perusahaan besar langsung menilai calon mitra sebagai berisiko.

Dampak Nyata Ketika Perusahaan Tidak Memiliki SBU

Tanpa SBU, perusahaan kehilangan akses ke banyak peluang strategis. Kerja sama jangka panjang, proyek bernilai besar, hingga peluang masuk ke rantai pasok perusahaan nasional sering tertutup rapat.

Selain itu, citra perusahaan juga ikut terdampak. Mitra bisnis cenderung meragukan profesionalisme perusahaan yang tidak menyiapkan dokumen dasar dengan baik. Pada akhirnya, perusahaan harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan pihak lain, meskipun kualitas layanannya sebenarnya sudah memadai.

Dalam jangka panjang, kondisi ini menghambat pertumbuhan. Perusahaan sulit naik kelas karena pintu peluang terus tertutup dari awal.

SBU sebagai Alat Strategis, Bukan Sekadar Dokumen

Perusahaan yang memandang SBU sebagai strategi akan bergerak lebih siap. Mereka menyesuaikan klasifikasi SBU dengan arah bisnis, memperbarui data secara berkala, dan memastikan seluruh dokumen saling mendukung.

Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat merespons peluang kerja sama lebih cepat. Saat perusahaan besar meminta dokumen, semua sudah siap. Alhasil, proses kerja sama berjalan lebih lancar dan profesional.

Lebih dari itu, SBU membantu perusahaan memposisikan diri sebagai mitra yang layak dan terpercaya, bukan sekadar vendor pelengkap.

Menyiapkan SBU Sejak Awal untuk Pertumbuhan Jangka Panjang

Pada akhirnya, SBU bukan formalitas, melainkan fondasi. Perusahaan yang ingin berkembang perlu menata legalitas sejak awal agar tidak tertinggal saat peluang datang. Dengan SBU yang tepat, perusahaan memiliki ruang lebih luas untuk membangun kerja sama, memperluas pasar, dan meningkatkan skala bisnis.

Karena itu, menyiapkan SBU sejak sekarang merupakan langkah strategis untuk memastikan bisnis tidak berhenti di level yang sama. Perusahaan yang siap secara legal akan selalu lebih unggul dalam persaingan kerja sama profesional.

Author

Frima AKTA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *