Hubungi Kami

+6231 58289903

Buat janji temu

Kupang Indah VIII No. 49 Surabaya

Buat janji temu

JB Tower, Lt.10 , Jakarta

Kenapa Banyak Perusahaan Gagal Mendapatkan Sertifikasi ISO 9001:2015?

Sumber: smartsertifikasi.co.id

Banyak perusahaan mengejar Sertifikasi ISO 9001:2015 untuk meningkatkan kualitas, memenangkan tender, dan membangun kepercayaan klien. Namun dalam praktiknya, proses sertifikasi sering berakhir gagal. Masalah ini jarang muncul karena standar ISO terlalu sulit. Sebaliknya, kegagalan biasanya muncul akibat kesalahan internal yang sebenarnya bisa perusahaan cegah sejak awal.

Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami akar masalah sebelum memulai implementasi. Dengan persiapan yang tepat, proses sertifikasi dapat berjalan lebih lancar dan hasilnya jauh lebih maksimal.

ISO Dipahami Hanya sebagai Kewajiban Administratif

Banyak perusahaan masih menganggap ISO 9001 sebagai persyaratan dokumen semata. Tim internal pun fokus menyusun SOP dan formulir tanpa benar-benar menerapkannya dalam aktivitas harian. Ketika auditor datang, perbedaan antara dokumen dan praktik kerja langsung terlihat jelas.

ISO 9001 menuntut konsistensi antara proses tertulis dan pelaksanaan di lapangan. Jika perusahaan tidak menjalankan sistem secara nyata, dokumen hanya menjadi arsip tanpa nilai.

Manajemen Puncak Tidak Terlibat Secara Nyata

Selain itu, kurangnya keterlibatan manajemen puncak sering memicu kegagalan sertifikasi. Banyak pimpinan hanya memberikan persetujuan awal, lalu menyerahkan seluruh proses ISO kepada satu tim kecil.

Ketika manajemen tidak memantau kebijakan mutu, tidak mengevaluasi kinerja, dan tidak mengikuti tinjauan manajemen, sistem kehilangan arah. Tanpa dukungan strategis dari pimpinan, ISO sulit berkembang dan tidak berkelanjutan.

Karyawan Tidak Memahami Sistem yang Dijalankan

Di sisi lain, karyawan menjalankan peran utama dalam sistem manajemen mutu. Namun banyak perusahaan tidak membekali mereka dengan pelatihan yang memadai. Akibatnya, karyawan sering kebingungan saat menjalankan prosedur atau mengisi catatan mutu.

Ketika pemahaman tim rendah, penerapan sistem menjadi tidak konsisten. Kondisi ini meningkatkan risiko temuan saat audit sertifikasi berlangsung.

Audit Internal Tidak Digunakan sebagai Alat Perbaikan

Audit internal seharusnya membantu perusahaan menilai kesiapan sistem sebelum audit eksternal. Sayangnya, banyak perusahaan menjalankan audit internal hanya untuk memenuhi kewajiban.

Tim audit sering melakukan pemeriksaan secara dangkal tanpa analisis mendalam. Selain itu, perusahaan kerap mengabaikan tindak lanjut atas temuan audit. Akibatnya, masalah yang sama kembali muncul saat audit sertifikasi.

Perusahaan Tidak Menyiapkan Bukti Penerapan Sistem

Selain menjalankan prosedur, perusahaan wajib menunjukkan bukti penerapan sistem. Namun, banyak perusahaan tidak mengelola catatan dengan baik. Padahal, auditor selalu menilai bukti nyata dari setiap proses yang berjalan.

Tanpa catatan yang rapi dan konsisten, perusahaan kesulitan membuktikan bahwa sistem manajemen mutu benar-benar berjalan secara berkelanjutan.

ISO 9001 menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan. Namun, sebagian perusahaan mengabaikan analisis akar masalah dan tindakan korektif. Ketika perusahaan tidak menindaklanjuti temuan secara serius, auditor akan menilai sistem tidak berkembang.

Sebaliknya, perusahaan yang sukses menjadikan temuan audit sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja.

Menunda Implementasi Justru Memperbesar Risiko Gagal

Terakhir, banyak perusahaan menunda implementasi ISO sambil menunggu kondisi yang dianggap ideal. Penundaan ini membuat waktu persiapan semakin sempit dan sistem belum berjalan saat audit tiba.

Perusahaan yang memulai lebih awal justru memiliki waktu untuk menyesuaikan proses, membiasakan tim, serta memperbaiki kekurangan secara bertahap.

Pada akhirnya, kegagalan sertifikasi ISO 9001 tidak muncul karena standar yang rumit. Masalah utama muncul karena perusahaan tidak menyiapkan sistem secara matang. Dengan pendekatan yang tepat, perusahaan dapat menjalankan sistem manajemen mutu secara efektif dan konsisten.

ISO 9001 bukan sekadar sertifikat. Standar ini menjadi fondasi untuk membangun proses kerja yang terukur, profesional, dan siap bersaing dalam jangka panjang.

Author

Frima AKTA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *