Hubungi Kami

+6231 58289903

Buat janji temu

Kupang Indah VIII No. 49 Surabaya

Buat janji temu

JB Tower, Lt.10 , Jakarta

ISO Itu Mahal atau Salah Strategi? Ini Kesalahan yang Sering Terjadi

Sumber: zqualcert.com

Banyak pemilik perusahaan menunda sertifikasi ISO karena satu anggapan lama: biayanya mahal. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, hambatan dalam proses ISO jarang muncul karena biaya semata. Justru, strategi yang keliru sejak awal sering menjadi penyebab utama.

ISO bukan sekadar sertifikat untuk keperluan administratif. Sebaliknya, ISO berfungsi sebagai sistem kerja yang membantu perusahaan beroperasi lebih rapi, konsisten, dan siap berkembang. Ketika perusahaan salah memposisikan ISO, prosesnya terasa berat, memakan waktu, dan terlihat mahal.

Anggapan ISO Mahal Berasal dari Pendekatan yang Keliru

Banyak perusahaan memulai ISO dengan target jangka pendek, yaitu lulus audit secepat mungkin. Karena itu, mereka mengejar dokumen tanpa membangun sistem yang benar-benar berjalan. Pendekatan ini memang terlihat praktis, tetapi justru menciptakan masalah baru.

Saat karyawan tidak memahami sistem, kebingungan pun muncul. Ketika auditor melakukan penilaian, temuan langsung terlihat. Akibatnya, perusahaan harus melakukan perbaikan berulang, mengeluarkan biaya tambahan, dan memperpanjang waktu implementasi. Dari kondisi inilah anggapan bahwa ISO itu mahal mulai terbentuk.

Padahal, perusahaan bisa mengendalikan biaya sejak awal jika mereka menyusun strategi implementasi yang tepat dan realistis.

ISO Terasa Berat Karena Tidak Menyatu dengan Proses Bisnis

Kesalahan lain yang sering terjadi muncul saat perusahaan membangun sistem ISO yang tidak sesuai dengan aktivitas kerja sehari-hari. Banyak tim membuat SOP terlalu rumit, formulir terlalu banyak, dan alur kerja terasa dipaksakan. Akibatnya, karyawan merasa ISO hanya menambah beban pekerjaan.

Sebaliknya, sistem ISO yang baik justru menyederhanakan proses. Ketika perusahaan menyusun prosedur sesuai kebiasaan kerja, karyawan lebih mudah menjalankannya. Selain itu, pembagian tanggung jawab menjadi jelas dan potensi kesalahan dapat ditekan.

Dengan sistem yang selaras, ISO tidak lagi terasa mahal, tetapi justru membantu efisiensi operasional.

Banyak Perusahaan Salah Menghitung Nilai ISO

Sering kali, perusahaan hanya fokus pada biaya awal sertifikasi. Mereka lupa menghitung nilai bisnis yang muncul setelah ISO berjalan. Padahal, ISO membantu perusahaan memenangkan tender, meningkatkan kepercayaan klien, dan menjaga konsistensi layanan.

Selain itu, sistem yang rapi juga membantu menurunkan risiko kesalahan kerja dan konflik internal. Ketika perusahaan memahami manfaat ini, biaya ISO tidak lagi terlihat besar. Masalahnya, tanpa strategi yang jelas, perusahaan tidak pernah merasakan dampak tersebut.

Strategi Tepat Membuat ISO Lebih Efektif dan Terjangkau

Perusahaan yang sukses dengan ISO biasanya memulai dari proses yang sudah ada. Mereka tidak membangun sistem dari nol, melainkan merapikan alur kerja yang telah berjalan. Selain itu, mereka melibatkan tim sejak awal agar setiap orang memahami perannya.

Dengan strategi seperti ini, implementasi berjalan lebih lancar. Audit terasa lebih ringan. Biaya pun tetap terkendali. ISO tidak berubah menjadi proyek mahal, melainkan investasi yang masuk akal.

Pada akhirnya, ISO terlihat mahal bukan karena sertifikasinya, melainkan karena langkah yang salah sejak awal. Tanpa strategi yang tepat, ISO hanya menjadi beban administratif. Namun, dengan pendekatan yang benar, ISO justru memperkuat fondasi bisnis. Perusahaan yang memahami hal ini akan melihat ISO sebagai alat pertumbuhan, bukan sekadar kewajiban.

Jika Anda ingin menjalankan ISO dengan sistem yang realistis, mudah diterapkan, dan selaras dengan bisnis, pendampingan yang tepat akan sangat menentukan. AKTA Consulting siap membantu perusahaan menyusun strategi ISO yang efektif, praktis, dan siap audit—bukan hanya mengejar sertifikat, tetapi membangun sistem yang benar-benar berjalan.

Author

Frima AKTA

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *